PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM SEKOLAH RAKYAT

Posted by Admin on March 12, 2025

llustration generate by AI

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa hari terakhir gencar mengumumkan segera melaksanakan program Sekolah Rakyat sebagai strategi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di tahun 2045. “Minimal satu sekolah di setiap kabupaten/kota serta dua di tingkat provinsi. Secara nasional, Presiden Prabowo menargetkan pendirian 100 Sekolah Rakyat dengan jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ini,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi, Senin (10/3/2025). Pemerintah menargetkan mengoperasikan sebanyak 100 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada 2025. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mulai beroperasi pada Juni atau Juli 2025 atau tahun ajaran baru 2025/2026.

Sekolah Rakyat akan fokus pada generasi muda yang saat ini berada di bangku TK, SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat dengan model asrama. Sekolah Rakyat ini dirancang menyerupai sekolah asrama atau boarding school. Dalam tahap awal, program ini akan dimulai dengan jenjang pendidikan SMA, menargetkan agar cakupan pendidikan diperluas hingga mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini bertujuan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, hingga mereka menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.Tidak hanya itu, para orang tua siswa juga akan mendapatkan edukasi dan peningkatan kapasitas, agar tercipta perbaikan ekonomi keluarga secara menyeluruh. 

Mengutip dari tempo.com. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan ada dua skema kurikulum yang dapat diadopsi di Sekolah Rakyat. Dia menyebutkan dua kurikulum itu bisa berasal dari institusinya atau Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). “Pertama ikuti kurikulum sekolah unggul, itu berarti ikut Mendiktisaintek. Akan tetapi, juga bisa ikuti kurikulum sekolah yang berlaku sekarang ini yang digagas Kemendikdasmen,” kata Mu’ti setelah rapat terbatas dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 10 Maret 2025. Menurut dia, perbedaan keduanya terletak pada standar yang diterapkan. Misalnya, kurikulum sekolah unggul Kemendiktisaintek standar internasional. Dia menuturkan beberapa standar internasional tersebut di antaranya pelajar yang disiapkan untuk berasrama dan pendidikan yang disiapkan sudah punya standar tinggi. Bahkan, mencakup potensi mendatangkan guru dari luar negeri untuk berkolaborasi dengan guru lokal.

Sedangkan untuk kurikulum yang disiapkan oleh Kemendikdasmen adalah kurikulum standar nasional yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka Belajar. Secara ringkas, kata dia, kurikulum ini dirancang dapat mewadahi seluruh kebutuhan peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Mu’ti mengatakan beberapa pendekatan belajar pada kurikulum ini salah satu elemennya menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran dengan cara menyenangkan. Kurikulum, tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga berfokus pada pendidikan karakter, kewirausahaan, dan keterampilan lunak (soft skills). Menurut Dr. Martadi selaku wakil Rektor 1 Unesa Surabaya, pendidikan ini akan menanamkan nilai-nilai penting kepada siswa agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan. “Anak-anak di sekolah rakyat ini tidak hanya belajar di kelas, tetapi saat mereka berada di asrama, mereka juga akan ditanamkan tentang karakter, kewirausahaan, soft skill, dan sebagainya. Kurikulum disesuaikan dengan potensi masing-masing anak, yaknikurikulum berdiferensiasi atau tidak sama ini memungkinkan anak-anak yang memiliki potensi di bidang tertentu, seperti teknik, untuk diarahkan agar bisa mengembangkan keterampilan tersebut. Untuk mendukung pembelajaran Sekolah Rakyat, Mendikdasmen menuturkan akan merekrut 60 ribu guru untuk mengajar di Sekolah Rakyat. “Tadi disampaikan 60 ribu guru kebutuhannya. Nanti mendistribusikan guru yang sudah ada atau rekrutmen baru, nanti masih proses yang panjang," kata Mu'ti.

Teknologi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberadaan dan perkembangan Sekolah Rakyat. Berikut adalah beberapa peran teknologi pendidikan dalam mendukung kehadiran dan efektivitas Sekolah Rakyat:

1.  Aksesibilitas Pendidikan

a. Teknologi pendidikan, seperti pembelajaran daring, platform e-learning, dan modul berbasis digital, memungkinkan peserta didik di daerah terpencil mendapatkan akses ke materi pembelajaran berkualitas.

b. Dengan bantuan internet dan perangkat teknologi, Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak siswa tanpa batasan geografis.

2.  Penyediaan Sumber Belajar Berkualitas

a. Teknologi memungkinkan guru dan relawan pendidikan untuk mengakses materi pembelajaran yang berstandar nasional maupun internasional.

b. Penggunaan video pembelajaran, buku digital, dan aplikasi edukasi membantu meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar.

3.  Peningkatan Kualitas Pengajaran

a. Guru di Sekolah Rakyat dapat mengikuti pelatihan dan workshop secara daring untuk meningkatkan keterampilan mengajar.

b. Teknologi membantu guru dalam merancang metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti penggunaan augmented reality (AR) dan game edukatif.

4. Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Siswa

a.  Penggunaan multimedia dan pembelajaran berbasis gamifikasi dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.

b. Platform pembelajaran interaktif memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dengan cara yang lebih menyenangkan.

5. Efisiensi Administrasi dan Manajemen Sekolah Rakyat

a.  Teknologi membantu dalam pencatatan data siswa, evaluasi hasil belajar, serta komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua.

b.  Penggunaan aplikasi dan sistem manajemen pendidikan dapat membantu Sekolah Rakyat dalam mengatur sumber daya dengan lebih efektif.

6. Meningkatkan Kesempatan Kolaborasi dan Dukungan

a.   Sekolah Rakyat dapat terhubung dengan komunitas global, organisasi nirlaba, dan universitas yang dapat memberikan bantuan berupa materi, dana, atau tenaga pengajar.

b. Platform crowdfunding dan donasi daring juga dapat membantu keberlanjutan operasional Sekolah Rakyat.

Teknologi pendidikan berperan sebagai jembatan yang menghubungkan Sekolah Rakyat dengan pendidikan berkualitas. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, hambatan geografis, ekonomi, dan sosial dalam akses pendidikan dapat diminimalisir. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam Sekolah Rakyat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Bagaimana pandangan Anda. [cm120325]