IPTPI Kenalkan Cara Otomatisasi RPS dan Bahan Ajar berbasis OBE dengan AI
Posted by Admin on January 07, 2026
Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) sukses menggelar Pelatihan Nasional bertajuk "Otomatisasi RPS & Bahan Ajar Berstandar Nasional Berbasis AI", Rabu (07/01/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh sekitar 200 dosen dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang antusias mencari solusi atas tantangan administrasi akademik.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Ketua IPTPI, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Mustaji menekankan pentingnya adaptabilitas dosen. Ia menyampaikan bahwa teknologi pendidikan terus berkembang, dan kehadiran kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menggantikan peran esensial dosen dalam mendidik.
Kunci "Selamat" di Akreditasi LAM
Sesi pertama diisi oleh Dr. Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd. (Universitas Negeri Malang) yang menyoroti pentingnya penyusunan bahan ajar yang selaras dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Dr. Henry menegaskan bahwa Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) saat ini menjadikan OBE sebagai acuan utama. "LAM sangat mempercayai instrumen OBE. Jadi, jika Bapak/Ibu ingin program studinya 'selamat' dan unggul dalam akreditasi LAM, maka kuncinya adalah patuh pada standar aliran OBE, termasuk penggunaan Taksonomi Bloom yang tepat," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Henry juga meluruskan miskonsepsi mengenai materi ajar yang dianggap usang (obsolete). Menurutnya, solusi untuk materi lama bukan serta-merta mengganti kontennya.
"Seringkali bukan materinya yang harus dibuang, tetapi learning activity-nya (aktivitas pembelajarannya) yang harus diubah. AI bisa membantu kita merancang aktivitas baru yang lebih relevan tanpa menghilangkan substansi keilmuan," tambah Dr. Henry.

Demo Otomatisasi: Sekali Klik Jadi RPS & PPT
Keseruan berlanjut di sesi kedua bersama Dr. Alim Sumarno, M.Pd. (UNESA). Dr. Alim membedah teknis penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang seringkali menjadi beban administrasi terberat dosen.
Ia menjelaskan alur krusial mulai dari penentuan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) hingga diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). "Konsistensi matriks CPL dan CPMK adalah jantungnya RPS. Jika dilakukan manual, rentan terjadi ketidaksesuaian," ujarnya.
Puncak acara terjadi saat Dr. Alim mendemonstrasikan sistem berbasis AI yang dikembangkan untuk efisiensi dosen. Para peserta dibuat takjub karena sistem tersebut mampu mengolah data materi yang sudah diverifikasi dosen, lalu secara otomatis menghasilkan dokumen RPS lengkap, bahkan langsung terkonversi menjadi slide presentasi (PPT) siap ajar.
"Dengan sistem ini, waktu yang biasanya habis berjam-jam untuk format dokumen, bisa selesai dalam hitungan menit. Dosen tinggal memvalidasi isinya," pungkas Dr. Alim.
Melalui pelatihan ini, IPTPI berharap 200 peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan di kampusnya masing-masing, menjadikan teknologi sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.

