Ketua Umum IPTPI Prof. Mustaji Kawal Kajian Strategis Kemendikdasmen: Teknologi Harus Inklusif dan Bermutu

Posted by Admin on February 27, 2026

TANGERANG – Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital nasional. Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., selaku Ketua Umum IPTPI, hadir memberikan masukan strategis dalam agenda kajian "Strategi Implementasi Teknologi Pendidikan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" yang diinisiasi oleh Staf Ahli Menteri Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan.

Kegiatan intensif ini berlangsung pada 25–27 Februari 2026 di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan utama di bidang pendidikan dan teknologi.

Inklusi Digital: Bukan Sekadar Alat, Tapi Solusi

Dalam sesi diskusi, Prof. Mustaji menyoroti bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada ketersediaan teknologi, melainkan pada pemerataan akses dan mutu. Beliau menekankan bahwa IPTPI siap mengawal pemerintah agar implementasi teknologi tidak menciptakan jurang pemisah baru di masyarakat.

"Visi kita adalah pendidikan bermutu untuk semua. Maka, strategi teknologi pendidikan yang dirancang harus bersifat user-centered—berpusat pada kebutuhan siswa dan guru, baik di kota besar maupun di pelosok negeri," tegas Prof. Mustaji.

3 Pilar Masukan IPTPI

Sebagai pucuk pimpinan organisasi profesi, Prof. Mustaji menyampaikan tiga poin utama untuk memperkuat draf kebijakan Kemendikdasmen:

  • Standardisasi Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP): Menitikberatkan peran tenaga ahli dalam mendesain sistem pembelajaran yang efektif di setiap satuan pendidikan.
  • Kurikulum Adaptif Berbasis AI: Mendorong integrasi kecerdasan buatan yang tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan (Humanistic Technology).
  • Ekosistem Digital Mandiri: Membangun platform yang memudahkan kolaborasi antar-guru dalam berbagi sumber daya pembelajaran (Open Educational Resources).
  • Kolaborasi Lintas Institusi dan Profesi

    Berdasarkan data kehadiran, diskusi teknis ini turut menghadirkan tokoh-tokoh penting, di antaranya:

    • Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., Rektor Universitas Pradita, yang dikenal luas sebagai pakar teknologi informasi dan pendidikan digital.
    • Prof. Dr. R. Benny A. Pribadi, MA, pakar desain instruksional dari Universitas Terbuka.
    • Prof. Dr. Ir. Dewa Gede Hendra Divayana, Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha.
    • Mohamad Adning, Ph.D, Ketua Asosiasi Pengembang Teknologi Pembelajaran Indonesia.
    • Dr. Mario Emirzoli, M.Pd., mewakili Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI).

    Sinergi para pakar ini mencakup berbagai elemen kunci, mulai dari pengembangan kurikulum yang diwakili oleh Dr. Cepi Riyana, M.Pd. (Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia), hingga aspek literasi digital dan mitigasi disinformasi yang dihadiri oleh Dedy Aswan, M.Pd. dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

    Turut memberikan kontribusi pemikiran dalam kajian ini adalah para akademisi dari Universitas Negeri Jakarta, yakni Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd. dan Dr. Khaerudin, M.Pd., serta perwakilan pengurus IPTPI lainnya seperti Dr. Ahmad Fajar Fadlillah, M.Pd..

    Sinergi Akademisi dan Pemerintah

    Kehadiran Prof. Mustaji dalam kajian ini dipandang krusial untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil kementerian memiliki landasan teoretis yang kuat namun tetap aplikatif secara praktis. Staf Ahli Menteri Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan menyambut baik masukan tersebut sebagai bagian dari penyempurnaan peta jalan (roadmap) pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

    Acara ditutup dengan perumusan pakta integrasi teknologi Pendidikan yang akan menjadi acuan implementasi program strategis kementerian di tahun mendatang.