Model Problem Based Gamification Learning dengan Pendekatan Artificial Intelligence untuk membelajarkan Kemampuan Berfikir Kritis
Posted by Remerta N. Na’atonis
S3 Teknologi Pendidikan Unesa
on February 14, 2025

llustration generate by AI
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang krusial dalam pendidikan tinggi. Kemampuan berpikir kritis memungkinkan individu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan solusi yang efektif terhadap masalah yang dihadapi. Di sisi lain, perkembangan teknologi dan inovasi dalam pendidikan membawa tantangan baru dan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pendekatan berbasis permainan (gamification).
Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut adalah Problem Based Gamification Learning (PBGL). Model ini menggabungkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning (PBL) dengan elemen-elemen gamifikasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan menantang, sehingga dapat merangsang pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. pada artikel ini, akan dibahas bagaimana model PBGL dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran dan bagaimana pendekatan AI dapat meningkatkan efektivitasnya.
a. Problem Based Learning (PBL) dan Keterampilan Berpikir Kritis
Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa pada posisi sebagai pemecah masalah. Dalam PBL, mahasiswa bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan masalah yang relevan dengan dunia nyata, yang mendorong mereka untuk mengidentifikasi informasi, menganalisis masalah, serta berpikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi. Pembelajaran berbasis masalah ini sangat efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, karena mahasiswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif dalam mengolah dan mengaplikasikan pengetahuan.
Namun, meskipun PBL memberikan dampak positif terhadap keterampilan berpikir kritis, proses ini dapat terasa monoton dan kurang menarik jika tidak disertai dengan pendekatan yang memotivasi mahasiswa untuk terlibat lebih dalam. Inilah mengapa gamifikasi menjadi elemen penting yang dapat meningkatkan efektivitas PBL.
b. Gamifikasi dalam PendidikanGamifikasi dalam pendidikan mengacu pada penerapan elemen-elemen permainan, seperti poin, level, tantangan, dan penghargaan, dalam konteks pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan prestasi mahasiswa. Gamifikasi memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pembelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan dan memotivasi. Dalam konteks PBGL, gamifikasi menjadi instrumen yang digunakan untuk menciptakan dinamika permainan yang meningkatkan pengalaman belajar.
Mengintegrasikan elemen-elemen gamifikasi dalam PBL, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah, tetapi juga akan terlibat dalam proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Tantangan-tantangan dalam pembelajaran disajikan dalam bentuk permainan yang menarik, yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dengan cara yang lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
c. Pendekatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam PBGLKecerdasan buatan (AI) memberikan peluang besar dalam pendidikan untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran dan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. AI dapat digunakan dalam model PBGL untuk memberikan umpan balik otomatis, menyediakan analisis data untuk mempersonalisasi pembelajaran, dan bahkan menciptakan skenario masalah yang dinamis yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan mahasiswa.
AI juga dapat memfasilitasi pembuatan game pendidikan yang adaptif, di mana tantangan dalam permainan disesuaikan dengan perkembangan dan pencapaian mahasiswa. Dengan AI, sistem pembelajaran dapat mengidentifikasi area di mana mahasiswa mengalami kesulitan dan memberikan tugas atau pertanyaan yang lebih mendalam, yang merangsang pemikiran kritis lebih lanjut.
d. Implementasi Model PBGL dalam PembelajaranModel PBGL dapat diterapkan dalam berbagai konteks pembelajaran, baik di bidang sains, matematika, bahasa, hingga sosial. Berikut adalah tahapan implementasi PBGL dengan pendekatan AI:
1. Identifikasi Masalah, Langkah pertama adalah memilih masalah dunia nyata yang relevan dengan materi pembelajaran. Masalah ini akan menjadi fokus pembelajaran dan tantangan yang dihadapi mahasiswa.
2. Desain Permainan (Gamification), Elemen-elemen permainan seperti skor, level, leaderboard, dan penghargaan digunakan untuk menambah elemen motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran. Permainan ini dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan akan membuat mahasiswa lebih tertarik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
3. Penggunaan AI untuk Personalisasi Pembelajaran, AI digunakan untuk menganalisis data mahasiswa, memberikan umpan balik otomatis, dan menyesuaikan tantangan yang diberikan dengan tingkat keterampilan dan pengetahuan mahasiswa. AI juga dapat digunakan untuk menciptakan simulasi atau permainan yang dapat berkembang sesuai dengan kemajuan mahasiswa.
4. Kolaborasi dan Pemecahan Masalah, Mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah, yang memungkinkan mereka untuk berpikir kritis dan berbagi solusi. Pembelajaran kolaboratif memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat pemahaman mereka tentang masalah yang dihadapi.
5. Evaluasi dan Umpan Balik, Setelah mahasiswa menyelesaikan permainan atau tantangan, mereka menerima umpan balik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Umpan balik ini dapat diberikan oleh instruktur atau oleh sistem berbasis AI yang menilai kinerja mahasiswa secara otomatis.
KesimpulanModel Problem Based Gamification Learning (PBGL) yang dipadukan dengan pendekatan kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen permainan dan teknologi AI, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih menarik dan menyenankan, tetapi juga lebih mendalam dan adaptif terhadap kebutuhan masing-masing mahasiswa. Model ini tidak hanya memberikan solusi untuk tantangan dalam pembelajaran, tetapi juga memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan
Čubela D, Rossner A, Neis P. Using Problem-Based Learning and Gamification as a Catalyst for Student Engagement in Data-Driven Engineering Education: A Report. Educ Sci (Basel). 2023;13(12):1223–1235.
Daba JBR, Rosmansyah Y, Dabarsyah B. Problem Based Learning Using Gamification: A Systematic Literature Review. In: 2019 International Conference on Informatics, Multimedia, Cyber and Information System (ICIMCIS). Jakarta: IEEE; 2019. p. 125–130.
Barua AM, Bharali SS. Gamification and its challenges in e-learning: a case study of computer science learners in KKHSOU. Asian Association of Open Universities Journal. 2023;18(3):233–245.
Gejandran P, Abdullah N. Gamification in e-learning: A Systematic Review of Benefits, Challenges, and Future Possibilities. Journal of Logistics, Informatics and Service Science. 2024;11(2):84–104.
Koravuna S, Surepally UK. Educational gamification and artificial intelligence for promoting digital literacy. In: Proceedings of the 2nd International Conference on Intelligent and Innovative Computing Applications. New York, NY, USA: ACM; 2020. p. 1–6
Elbanna S, Armstrong L. Exploring the integration of ChatGPT in education: adapting for the future. Management & Sustainability: An Arab Review. 2024;3(1):16–29.
Rejeb A, Rejeb K, Appolloni A, Treiblmaier H, Iranmanesh M. Exploring the impact of ChatGPT on education: A web mining and machine learning approach. The International Journal of Management Education. 2024;22(1):1–14.
Angelelli CV, Ribeiro GM de C, Severino MR, Johnstone E, Borzenkova G, da Silva DCO. Developing critical thinking skills through gamification. Think Skills Creat. 2023;49(1):101354–101366.
Rusandi MA, Ahman, Saripah I, Khairun DY, Mutmainnah. No worries with ChatGPT: building bridges between artificial intelligence and education with critical thinking soft skills. J Public Health (Bangkok). 2023;45(3):e602–e603
Nappi C, Cuocolo A. The machine learning approach: Artificial intelligence is coming to support critical clinical thinking. Journal of Nuclear Cardiology. 2020;27(1):156–158.
Orji CT, Ogbuanya TC. Mediating roles of ability beliefs and intrinsic motivation in PBL and engagement in practical skills relations among electrical/electronic education undergraduate. Innovations in Education and Teaching International. 2022;59(3):326– 336.