PROJECT BASED FLIPPED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PADA ANAK USIA DINI

Posted by Novfitri Kurniawati
S3 Teknologi Pendidikan Unesa
on February 17, 2025

blog-post-image

llustration generate by AI

Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, Indonesia akan menghadapi bonus demografi dengan mayoritas penduduk berusia produktif. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi emas yang unggul. Meski peringkat literasi Indonesia meningkat, kualitas pembelajaran masih perlu diperbaiki, terutama dalam literasi numerasi yang menjadi keterampilan esensial abad ke-21.

Sumber daya manusia masa depan harus menguasai kecakapan abad ke-21 kemudian dikenal dengan istilah 6C, yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi), serta teknologi dan informasi. Kurikulum Merdeka PAUD dan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) menekankan pendekatan aktif dan kontekstual untuk anak-anak. Dalam era digital, model pembelajaran inovatif seperti Flipped Learning (FL) semakin relevan. FL mendorong anak belajar mandiri sebelum kelas, meningkatkan keterlibatan mereka, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dengan dukungan teknologi.

Pendekatan Project Based Flipped Learning (PjFL) menggabungkan PjBL dan FL untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak usia dini. Model ini memperkuat interaksi antara guru, anak, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan kondusif. Literasi dan numerasi awal menjadi kunci kesuksesan akademik anak, mencakup aspek berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, serta pemahaman konsep numerasi dan literasi dasar. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak-anak Indonesia siap menghadapi tantangan abad ke-21. (Maryati et al., 2022)

Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi putra putrinya belajar dalam penguasaan materi, terutama numerasi dan literasi. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak , mendorong untuk bertanggung jawab atas pendidikan anak sambil meningkatkan kepercayaan dan keyakinan tentang kualitas prasekolah (Halili & Razak, 2018)

Bagaimana model pembelajaran PjFL dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada anak usia dini?

Model PjFL merupakan gabungan dari Project-Based Learning dan Flipped Learning, yang dirancang sesuai dengan Kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan. Model ini bertujuan untuk meningkatkan kognitif dan bahasa anak usia dini, terutama dalam literasi dan numerasi, sebagai bekal keterampilan abad ke-21. Selain itu, model ini mendorong interaksi dan kolaborasi antara guru, anak, serta orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Literasi dan numerasi sejak dini menjadi faktor kunci keberhasilan akademik anak di masa depan, (Duncan et.a; 2007) Tujuan meningkatkan kemampuan numerasi pada konten bilangan, pola, geometri, pengukuran dan analisis data. Tujuan meningkatkan kemampuan literasi pada konten kemampuan bertutur, pengetahuan latar, meneganl kosa kata, kesadaran cetak, keaksaraan dan fonemik. (BSKAP, 2022). Dengan pendekatan ini, anak diharapkan dapat mengembangkan pola pikir kritis, kreatif, serta keterampilan problem solving yang relevan dengan tantangan zaman.

Sintaks Model PjFL:

1.    Prepare at Home dengan kegiatan mempelajari materi dasar secara mandiri di rumah menggunakan sumber belajar seperti video, modul, atau catatan dengan tujuan Memahami konsep awal agar siap mengikuti kegiatan di kelas dengan materi terkait peningkatan konten literasi numerasi yang sudah diaplikasikan kedalam tema tema anak usia dini yang disampaikan baik melalui g.sites maupun WhatsApp Group orang tua. Pada tahap ini kerjasama dan komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dalam pendampingan belajar di rumah.

2.    Identify Problem dengan kegiatan anak bersama kelompoknya mengidentifikasi tantangan atau masalah yang akan menjadi focus proyek denngan tujuan agar anak memahami konteks proyek dan menentukan tujuan yang ingin dicapai.

3.    Plan Project dengan kegiatan anak merencanakan langkah-langkah untuk menyelesaikan proyek, membagi tugas dan membuat jadwal pelaksanaan dengan tujuan mengorganisir kerja tim secara efektif.

4.    Implement dengan kegiatan anak melaksanakan proyek, termasuk eksplorasi, eksperimen, atau pembuatan produk, baik di kelas maupun di luar kelas dengan tujuan menghasilkan solusi atau produk sesuai rencana proyek.

5.    Present results dengan kegiatan anak mempresentasikan hasil proyek kepada guru, teman sebaya, atau audiens lainnya dengan tujuan mengkomunikasikan ide, solusi, atau produk yang dihasilkan

6.    Reflect dengan kegiatan Anak usia dini melakukan refleksi terhadap proses dan hasi lproyek, baik secara individu maupun kelompok dengan tujuan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan pelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran atau proyek berikutnya.

Kajian empirik menghasilkan temuan bahwa PjFL dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada anak usia dini. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yanuarto et al. (2021) yang menemukan bahwa dengan flipped learning merupakan model pembelajaran yang dapat mendorong literasi digital peserta didik, berdampak positif dalam penggunaan teknologi digital serta memberikan kesempatan orang tua dapat berinteraksi dengan anak selama aktivitas belajar di rumah. Dengan pembelajaran berbasis proyek efektif terhadap kemampuan literasi peserta didik karena dapat menciptakan pembelajaran aktif dan inovatif (Lantang et al., 2024). Melalui pembelajaran berbasis proyek semua peserta perlu berkontribusi pada hasil bersama dan memiliki elemen pembelajaran berdasarkan pengalaman dengan refleksi aktif dan keterlibatan sadar daripada pengalaman pasif yang penting (Kokotsaki et al., 2016).

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Saniah & Nindiasari (2023) dalam penelitiannya tentang penggunaan flipped learning memberikan dampak positif terhadap kemampuan numerasi peserta didik. Pembelajaran flipped learning dapat meningkatkan kemandirian belajar secara optimal namun tetap dapat digunakan guna mengakomodasi kegiatan belajar mandiri di rumah dan melatih kemandirian belajar peserta didik (Hidayah & Mustadi, 2021). Mailani et al. (2024) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik efektif dapat ditingkatkan menggunakan flipped learning. Dengan pembelajaran berbasis proyek dan dikombinasikan dengan flipped learning dapat saling melengkapi kebutuhan belajar peserta didik dalam peningkatan kemampuan numerasi lebih terarah.

Simpulan:

Model PjFL merupakan model pembelajaran yang inovatif dalam yang mengintegrasikan model project based learning dan flipped classroom. Model ini memungkinkan pembelajaran lebih fleksibel, kontekstual, dan relevan sehingga dapat membantu anak dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi. Penerapan model PjFL pada anak usia dini, dapat membantu dalam memahami dan mengaplikasikan kegiatan bermain dan ekplorasi kemampuan literasi dan numerasi anak, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah , serta membangun rasa percaya diri melalui tahapan kegiatannya secara terintergrasi baik di rumah maupun disekolah dengan pelibatan orang tua secara aktif. Dengan mengaitkan konsep pembelajaran literasi dan numerasi dengan pengalaman nyata, anak akan lebih termotivasi untuk belajar dan lebih kreatif dalam memahami kemampuan literasi dan numerasi dalam kegiatan sehari-hari. Dengan upaya penerapan yang tepat, model PjFL dapat menjadi sebuah model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak, sehingga akan menghasilkan anak yang lebih kritis, kreatif, mandiri dan mampu memecahkan masalah sehari-hari.


Sumber referensi :

BSKAP. (2022). Modul 3 Bagaimana membangun kemampuan literasi.

Colon, A. O. (2017). Impact of the Flipped classroom Model and Collaborative Learning in Chilhood Teaching University Degree. Journal of e-Learning and Knowledge Society , Volume 13, Number 3.

Diningrat, S. W. M., Marín, V. I., & Bachri, B. S. (2024). Students’ Self-Regulated Learning Strategies in the Online Flipped Classroom. Journal of Educators Online, 21(3). https://doi.org/10.9743/JEO.2024.21.3.4

Duncan et al. (2007). School readiness and later achievement, American Phsychological Association, Developmental Psychology, 44(1), 232. https://doi.org/10.1037/0012-1649.44.1.217

Halili, S. H., & Razak, R. A. (2018). Flipped classroom approach for preschool students in learning english language. International Journal of Learning Technology, 13(3), 203–219. https://doi.org/10.1504/IJLT.2018.095962

Hidayah, L. R., & Mustadi, A. (2021). The Implementation of The Flipped Classroom for Early Grade Students in Elementary School. International Journal of Elementary Education, 5(1), 98. https://doi.org/10.23887/ijee.v5i1.33151

Kemendikbudristek. (2023). Literasi Membaca, Peringkat Indonesia di PISA 2022. Laporan Pisa Kemendikbudristek, 1–25.

Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267–277. https://doi.org/10.1177/1365480216659733

Lantang, E. R., Katuuk, D. A., & Monigir, N. N. (2024). The Effect of Project Based Learning Model on Literacy and Numeracy Skills of Grade Five Students at Pineleng Public Elementary School. International Journal of Research Publication and Reviews, 5(5), 10517–10521. https://doi.org/10.55248/gengpi.5.0524.1392

Mailani, E., Gandamana, A., Manjani, N., Afriadi, P., & Ratno, S. (2024). Implementation of Flipped Classroom Model and Personal Project to Improve Students ’ Numeracy Skills. ICIESC. https://doi.org/10.4108/eai.17-9-2024.2352875

Maryati, S., Dwi Lestari, G., & Riyanto, Y. (2022). The Effectiveness of Mentoring in the Implementation of the Project-based Learning (PjBL) Model in the Independent Curriculum for PAUD Educators. European Journal of Education and Pedagogy, 3(6), 12–18. https://doi.org/10.24018/ejedu.2022.3.6.471

Saniah, S. L., & Nindiasari, H. (2023). Efektivitas Flipped Classroom Diintegrasikan dengan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Numerasi Ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa SMA. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 6(1), 151–158. https://doi.org/10.22460/jpmi.v6i1.14472

Yanuarto, W. N., Jaelani, A., & Purwanto, J. (2021). Flipped Classroom Model: Empowering Digital Literacy for Mathematics Learning in Society 5.0. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 4(2), 158–171. https://doi.org/10.24042/ijsme.v4i2.9638