Potret Aktivitas Peserta Didik Terhadap Krisis Etika dan Keamanan Cyber di Era Virtual
Posted by Imma Rachayu
S3 Teknologi Pendidikan Unesa
on February 25, 2025

Ilustrasi Aktivitas Peserta Didik di Era Virtual
Peserta didik saat ini, disebut sebagai digital natives, dimana mereka masuk kedalam lingkungan individu yang tumbuh dengan keunggulan dalam menggunakan teknologi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Potret kehidupan saat ini memperlihatkan kemahiran mereka dalam menggunakan perangkat digital untuk menjelajahi media sosial dan hiburan dalam hitungan detik. Namun keunggulan ini tidak selalu diiringi oleh pemahaman yang seimbang tentang etika berdigital dan keamanan siber. Lingkungan akademik dan sosial, menunjukkan trend pola digital natives’ seperti; membagikan informasi pribadi secara bebas tanpa ada batasan yang jelas terkait resiko terhadap pencurian identitas dan penipuan digital.
Krisis etika dan keamanan siber di dunia pendidikan semakin memanas untuk dibahas, karena plagiarisme digital semakin marak didengar terutama penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menyelesaikan tugas tanpa mengkonfirmasi kebenaran sumber materi yang didapat, kecurangan akademik dimana peserta didik menyebarkan lembar jawaban melalui grup WhatsApp ataupun media sosial lainnya. Selain itu, banyak ujaran kebencian dan cyberbullying yang ramai didengar dan dipertontonkan pada peserta didik setiap harinya, sehingga dapat berdampak pada biasnya konsep objektifitas, rendahnya kepercayaan diri, produktivitas akademik yang menurun, kemampuan bersosialisasi dan empati sirna ditelan era saat ini.
Potret kehidupan tersebut merupakan bukti nyata bahwa idealnya, jika digital natives’ memiliki kemampuan keterampilan berdigital literasi yang baik dalam etika berdigital dan keamanan siber, maka peserta didik dapat memiliki dasar keterampilan dalam melindungi data pribadi, phising dan ancaman digital lainnya. Dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keterampilan tersebut, diperlukan strategi yang jelas dan bersinergi antara individu, institusi akademik dan juga pemerintah.
Kerangka Konseptual Digital Literacy Skill
Digital Literacy Skill merupakan salah satu solusi jitu bagi peserta didik dalam menghadapi derasnya arus informasi dari berbagai sumber digital saat ini. Pada tahun 2015, Forum Ekonomi Dunia menerbitkan laporan yang berjudul “New Vision for Education: Unlocking the Potential of Technology” yang membahas terkait urgensi terhadap keterampilan abad 21 dan cara menaggulanginya melalui teknologi. Pembahasan tersebut mendefinisikan 16 keterampilan penting di dunia pendidikan abad 21, terdiri dari enam “literasi dasar” (literasi dan numerasi, sains, TIK, keuangan, budaya dan kewarganegaraan), empat “kompetensi” (berfikir kritis atau pemecahan masalah, kolaborasi, kreativitas dan komunikasi) dan enam “kualitas karakter” (kegigihan atau keuletan, kemampuan beradaptasi, rasa ingin tahu, prakarsa, kepemimipinan dan kesadaran sosial). Selain itu Dewan Riset Nasional melakukan langkah awal dalam mendeskripsikan keterampilan abad 21 untuk mengidentifikasi tiga ranah kompetensi yang mewakili aspek-aspek berbeda dari pemikiran manusia, yaitu; kompetensi kognitif, intrapersonal dan interpsonal,
Aktivitas Populer Peserta Didik di Era Virtual
Di tengah maraknya perkembangan teknologi di era Revolusi Digital, maka telah mengubah cara aktivitas belajar peserta didik, cara berinteraksi, dan mengembangkan dirinya agar dapat survive dalam gejolak perkembangan zaman. Aktivitas mereka sebagai Digital Natives, membuat mereka untuk terus mengonsumsi teknologi, tetapi juga menggunakannya secara aktif dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Hal ini jelas terlihat bahwa dunia mereka saat ini semakin terkoneksi dengan internet secara global.
Aktivitas peserta didik yang tergambar tersebut menandai bahwa di era revolusi digital saat ini, membawa beban kerentanan yang berfokus pada lemahnya pemahaman peserta didik tentang etika dalam berdigital dan dampak keamanan pada saat mengakases internet. Meskipun aktivitas yang popular ini membawa manfaat yang baik, namun penting bagi peserta didik untuk memiliki kesadaran dalam beretika dan melakukan keamanan siber, sehingga dapat menerapkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Analisis Kerentanan Krisis Etika Digital dan Keamanan Cyber
1. Dampak positif dalam menghadapi revolusi digital, yaitu dapat mempermudah proses akses informasi dalam pembelajaran, menuangkan ide-ide kreatif dan menghasilkan produk yang inovasi, mempermudah gaya belajar kolaborasi berbasis digital sehingga materi belajar dapat di akses kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Selain itu dampak negatif selalu menyertai, dimana peserta didik memiliki kerentanan untuk menjadi korban kejahatan siber, ketergantungan terhadap teknologi tanpa pengawasan, maka dapat mengakibatkan rendahnya proses berfikir kritis, maraknya bantuan AI, mengakibatkan dunia plagiarisme dibidang akademik tidak sedang baik-baik saja, serta ancaman dalam pencurian data dan ujaran kebencian.
2. Tantangan terhadap etika digital dan keamanan cyber, masih belum optimal dalam mensosialisasikan penerapan undang-undang ITE di lingkungan pendidikan, sehingga sampai saat ini UU tersebut hanya sebagai tolak ukur sanksi yang diberikan jika ada kasus pelanggaran kode etik dalam berdigital, namun belum tumbuhnya kesadaran akan pentingnya etika berdigital. Selain itu peraturan hukum terkait keamanan siber di Indonesia masih lemah dan belum menjadi standarisasi yang ketat dalam mengikat institusi pendidikan untuk menghasilkan kebijakan akademik yang berstandar mutu. Ketimpangan kompetensi antara peserta didik yang sulit dan yang mudah dalam mengakses layanan digital, keterbatasan tenaga ahli dibidang keamanan digital khususnya pendidikan.
3. Strategi yang dapat diandalkan, yaitu menciptakan budaya sadar etika berdigital dan kemanan siber dengan membentuk tim agen perubahan di dalam lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi, mendorong adanya kebijakan institusi untuk menerapkan system monitoring, sehingga dapat menurunkan tingkat penyebaran ujaran kebencian dan cyberbullying. melakukan pelatihan-pelatihan dan sosialisasi melalui program-program pemerintah, sehingga dapat meningkatkan pemerataan akses di setiap wilayah.
Kesimpulan
Digital natives’ telah bertransformasi kedalam ekosistem digital yang menyediakan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi tanpa batas dan menawarkan bentuk kemudahan dalam proses belajar dan juga berinteraksi. Namun dibalik maraknya aktivitas berbasis digital ini, justru menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran mereka terhadap etika berdigital dan keamanan siber, seperti plagiarisme melalui AI, penyebaran hoaks tanpa validasi, ujaran kebencian, minimnya pengetahuan dalam menjaga data pribadi, over sharing di media sosial dan rendahnya pengetahuan literasi terhadap ancaman siber. Maka dari pada itu, institusi, pemerintah serta masyarakat dapat berdampingan mengambil peran penting dan aktif dalam membangun integritas sadar etika dan keamanan digital sejak dini, melalui pembelajaran digital literasi.
Referensi
Albarrak, A. M. (2024). Integration of Cybersecurity, Usability, and Human-Computer Interaction for Securing Energy Management Systems. Sustainability (Switzerland), 16(18). https://doi.org/10.3390/su16188144
Buchan, M. C., Bhawra, J., & Katapally, T. R. (2024). Navigating the digital world: development of an evidence-based digital literacy program and assessment tool for youth. Smart Learning Environments, 11(1). https://doi.org/10.1186/s40561-024-00293-x
Buckingham, D. (2019). The Media Education Manifesto. Polity Press.
Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA). (2023). “Social Media Threats: Understanding Digital Risks.” Retrieved from www.cisa.gov.
Dočkalová Burská, K., Mlynárik, J. R., & Ošlejšek, R. (2024). Using data clustering to reveal trainees’ behavior in cybersecurity education. Education and Information Technologies, 16613–16639. https://doi.org/10.1007/s10639-024-12480-x
Floridi, L. (2013). The Ethics of Information. Oxford University Press.
Eltayeb, O. E. O. (2024). The Crucial Significance of Cyber Threat Intelligence in Mitigating Cyber Attacks. Pakistan Journal of Life and Social Sciences, 22(2), 1760–1772. https://doi.org/10.57239/PJLSS-2024-22.2.00123
Hargittai, E. (2021). Handbook of Digital Inequality. Edward Elgar Publishing.
Homaei, M., Mogollón-Gutiérrez, Ó., Sancho, J. C., Ávila, M., & Caro, A. (2024). A review of digital twins and their application in cybersecurity based on artificial intelligence. In Artificial Intelligence Review (Vol. 57, Issue 8). https://doi.org/10.1007/s10462-024-10805-3
Hong, W. C. H., Chi, C. Y., Liu, J., Zhang, Y. F., Lei, V. N. L., & Xu, X. S. (2023). The influence of social education level on cybersecurity awareness and behaviour: a comparative study of university students and working graduates. In Education and Information Technologies (Vol. 28, Issue 1). Springer US. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11121-5
International Society for Technology in Education (ISTE). (2022). “Teaching Digital Citizenship in the Age of Social Media.” Retrieved from www.iste.org.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2022). Panduan Literasi Digital: Etika Digital dan Keamanan Siber. Jakarta: Kominfo.
Kompas.com. (2023). “Fenomena POV di Media Sosial dan Dampaknya bagi Remaja.” Retrieved from www.kompas.com.
Marko, S., Tsaruk, Y., Skhidnytska, H., Kryshtanovych, M., & Nikonenko, U. (2024). Ensuring Cybersecurity in the Modern World: Challenges from Artificial Intelligence-Based Fraud Posing a Threat to the Environment. Journal of Ecohumanism, 3(4), 1436–1442. https://doi.org/10.62754/joe.v3i4.3673
Oxford Internet Institute. (2023). Youth, Digital Media, and Online Ethics: Challenges and Opportunities. Oxford University Press
Pardo, H., & Siemens, G. (2014). “Ethics of Learning Analytics.” Research and Practice in Technology Enhanced Learning, 9(3), 17-29.
Pew Research Center. (2022). Teens, Social Media and Technology 2022. Retrieved from www.pewresearch.org
Saeed, S. (2023). Education, Online Presence and Cybersecurity Implications: A Study of Information Security Practices of Computing Students in Saudi Arabia. Sustainability (Switzerland), 15(12). https://doi.org/10.3390/su15129426
Tirto.id. (2023). “Cyberbullying di Kalangan Mahasiswa: Penyebab dan Dampaknya.” Retrieved from www.tirto.id.
UNESCO. (2023). Digital Literacy and Ethics in Higher Education. UNESCO Publications.