PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE) DALAM PENDIDIKAN TEKNIK: MENYIAPKAN PEKERJA TEKNIK MASA DEPAN
Posted by Sussi Widiastuti
S3 Teknologi Pendidikan Unesa
on March 13, 2025

llustration generate by AI
McKinsey (2024) mengidentifikasi bahwa tantangan kerja masa depan adalah automasi, geopolitik, dan transformasi digital. Automasi berbicara tentang kecerdasan buatan pada pekerjaan yang bersifat rutin dan teknis, sedangkan ketidakstabilan politik dan geopolitik merupakan ancaman utama bagi pertumbuhan ekonomi global. Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa lebih dari 90% perusahaan saat ini sedang dalam proses transformasi digital. Tantangan-tantangan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Kemampuan seperti resiliensi, adaptasi, komunikasi, dan kepemimpinan akan menjadi kunci bagi pekerja teknik untuk tetap kompetitif dan sukses dalam lingkungan kerja yang terus berkembang. Penerapan pembelajaran sosial emosional (PSE) dalam pendidikan teknik menjadi strategi yang tidak hanya meningkatkan kesiapan individu, tetapi juga memperkuat daya saing tenaga kerja dalam jangka panjang.
a. Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
PSE adalah pembelajaran untuk mengelola keadaan sosial dan emosional yang berguna untuk kesuksesan siswa di sekolah, karir, dan kehidupan. Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) (Casel, 2020) mendeskripsikan PSE menjadi lima kompetensi yang disebut kompetensi sosial emosional (KSE) yaitu self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, dan responsible decision-making.
b. Integrasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) pada Pendidikan Teknik melalui Teknologi Pendidikan
PSE merupakan kombinasi perilaku, emosi, dan kognisi. Kombinasi tersebut akan terwujud jika terdapat sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan komunitas sekolah sebagai mitra (Zins & Elias, 2006). Teknologi pendidikan melalui kemampuannya dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja menjadi solusi untuk mengintegrasikan SEL ke dalam pelajaran teknik melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses dan sumber-sumber. Yoder et al (2021) mengenalkan dua cara mempromosikan SEL yaitu melalui affirming learning environment berwujud warmth and support, responsibility and choice, youth-centered problem solving, power of language dan learning design and instruction berupa cooperative learning, group discussion, self-assessment dan self-reflection, balanced instruction, dan expectations and rigor.
c. Kompetensi sosial emosional (KSE) dan kompetensi teknik
Proyek teknik sering kali melibatkan kerja tim multidisiplin untuk menyelesaikan suatu proyek, sehingga keterampilan komunikasi dan kerja sama tim sangat penting agar informasi dapat disampaikan dengan jelas dan kesalahpahaman dapat dihindari. Dunia teknik yang selalu berkembang dengan munculnya kecerdasan buatan mensyaratkan keterampilan belajar sepanjang hayat dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan agar pekerja teknik tetap relevan di industri.
Pada pendidikan teknik, KSE dan kompetensi teknis saling melengkapi. Tanpa keterampilan teknis, siswa mungkin tidak dapat melakukan tugas-tugas teknik secara efektif. Namun, tanpa KSE, akan sulit untuk bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah kompleks, atau berkomunikasi dengan baik dalam dunia kerja.
Simpulan
Teknologi dapat mengotomatisasi tugas teknis, tetapi penyelesaian masalah kompleks tetap membutuhkan pemikiran kritis dan keterampilan interpersonal. Di tengah ketidakpastian global, pekerja perlu memiliki ketahanan mental untuk tetap produktif dan tidak mudah terpengaruh oleh kebijakan perusahaan yang berubah-ubah. Dengan cepatnya perubahan teknologi, pekerja perlu memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat untuk tetap relevan. Oleh karena itu, institusi pendidikan teknik perlu mengintegrasikan PSE dalam kurikulum untuk memastikan lulusan siap menghadapi tantangan di dunia industri modern.
Daftar Pustaka
Casel. (2020). CASEL’S SEL Framework: What Are the Core Competence Areas and Where Are They Promoted?. Diunduh dari https://casel.org/casel-sel-framework-11-2020/.
McKinsey. (2024). McKinsey in Review 2024. Diunduh dari https://www.mckinsey.com/featured-insights/year-in-review?utm_source=chatgpt.com.
Yoder, N, Ward, A. M., Wolforth, S. (2021). Instructional Practices That Integrate Equity-Centered Social, Emotional, and Academic Learning. American Institutes for Research.
Zins, J. E., & Elias, M. J. (2006). Social and Emotional Learning: Promoting the Development of All Students. London: Corwin Press.