Hypermedia, Case-based Learning dan Statistik: Melatih Skillset Riset Calon Pendidik

Posted by Fahlulia Rahma Shofiana
S2 Teknologi Pendidikan Unesa
on March 24, 2025

blog-post-image

Ilustration generate by AI

Dalam Pendidikan abad ke-21, standar kualifikasi lulusan perguruan tinggi menekankan pada 6 kompetensi utama yaitu character, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Hal ini mendorong penerapan skema learning of higher order dalam sistem pembelajaran di perguruan tinggi, seperti yang tercermin pada pembelajaran Statistik di fakultas pendidikan yang berperan sebagai pencetak pendidik profesional masa depan.

Keterampilan analitis menjadi salah satu kompetensi yang dikembangkan dalam pembelajaran statistik. Keterampilan ini mencakup kemampuan menganalisis, mengumpulkan, mengevaluasi, dan memvisualisasikan data untuk menarik kesimpulan sebagai skill set dalam melakukan riset kuantitatif maupun pengembangan. Calon pendidik perlu menguasai skill set tersebut sebagai bekal dalam melakukan penelitian, mengevaluasi dan menilai efektivitas kegiatan belajar-mengajar, bahkan untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan. Tanpa skill set riset yang matang, mereka akan kesulitan dalam mengambil keputusan berbasis data, mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan di era modern. Maka dari itu, diperlukan pembelajaran statistik yang berbasis pada permasalahan nyata yang ditunjang dengan sumber belajar yang mendukung proses-proses pemecahan masalah statistik, sehingga kemampuan analitis dapat dikembangkan, dilatih sekaligus diaplikasikan dalam proses pembelajaran.

Penerapan Case-based Learning dalam Pembelajaran Statistik

Statistik sebagai alat dalam melakukan riset/penelitian dipandang memiliki kecocokan dan kesesuaian dengan karakteristik Case-based Learning (CBL). CBL adalah strategi pembelajaran konstruktivis yang menempatkan studi kasus sebagai inti dari pembelajaran untuk mendorong keaktifan peserta didik dalam menggali informasi, analisis dan sintesis untuk menemukan solusi yang tepat dan efektif. Model pembelajaran ini melibatkan kondisi interaktif dan eksploratif peserta didik terhadap situasi realistik dan spesifik (Rahmawati & Ervanto, 2017), sehingga dapat memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk menganalisis, mengumpulkan dan mensintesis domain pengetahuan inti dengan domain pengetahuan lain yang mungkin relevan dengan kasus yang diberikan sehingga permasalahan dapat dipecahkan (Darling-Hammond & Hammerness, 2002). Melalui pembelajaran ini, kemampuan analitis pebelajar akan semakin tajam dan terlatih.

Hypermedia dalam Pembelajaran.

Hypermedia adalah sumber belajar yang mengandung berbagai bentuk informasi mencakup teks, visual, audio, dan audiovisual yang diatur dengan hypertext/hyperlink yang dapat digunakan secara non-linier (Maurizio et al., 2013). Dalam konteks pembelajaran, hypermedia dapat diadopsi kedalam bentuk modul, e-learning, dan berbagai platform interaktif lainnya. Hypermedia memungkinkan penyajian informasi dari berbagai arah sehingga peserta didik termotivasi untuk mengeksplorasi materi pembelajaran. Setidaknya terdapat 3 proses pembelajaran yang didukung dengan penggunaan hypermedia yaitu pencarian informasi, akuisisi pengetahuan, dan pemecahan masalah (Jonassen & Mandl, 1990).

Hypermedia dan CBL: Kombinasi Ideal Membentuk Skillset Riset Calon Pendidik Profesional

Dalam Pembelajaran Statistik, model CBL dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan analitis dengan memecahkan sebuah kasus (Mustaji et al., 2024). Sementara itu, penggunaan hypermedia dapat memfasilitasi proses dan langkah pembelajaran dengan CBL mulai dari pengenalan kasus, eksplorasi materi/informasi yang terhubung, referensi dalam diskusi, dan penyajian solusi. Kombinasi ideal ini akan memberikan dampak pembelajaran yang dapat ditingkatkan dengan cara sejauh mana pebelajar menemukan informasi spesifik yang mereka butuhkan, apalagi jika penyajian materi pada hypermedia disajikan dengan konsep-konsep CBL sehingga dapat dimengerti dan relevan dengan kebutuhan pemecahan masalah.

Simpulan

Kombinasi CBL dan hypermedia menciptakan lingkungan pembelajaran yang ideal bagi calon pendidik untuk mengasah keterampilan riset mereka. Dengan memadukan pemecahan masalah berbasis kasus dan pemanfaatan hypermedia, kemampuan analitis yang diperlukan untuk melakukan riset yang melibatkan proses statistik dapat ditingkatkan sehingga para calon pendidik dapat mengambil keputusan berbasis data, serta merancang inovasi pembelajaran yang efektif dan relevan. Oleh karena itu, integrasi strategi CBL dan teknologi hypermedia harus terus dioptimalkan guna mencetak pendidik profesional yang adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Daftar Pustaka

Darling-Hammond, L., & Hammerness, K. (2002). Toward a pedagogy of cases in teacher education. International Journal of Phytoremediation, 21(1), 125–135. https://doi.org/10.1080/1047621022000007549

Jonassen, D. H., & Mandl, H. (1990). Designing Hypermedia for Learning. Springer-Verlag.

Maurizio, G., Pisanu, F., & Gentile, M. (2013). Integrating technology and teaching with Learning Solutions. http://www.scuola-digitale.it/classi-2-

Mustaji, M., Diningrat, S. W. M., & Kristanto, A. (2024). Effectiveness of Case-based Learning: View of Educational Technology Students. Proceedings of the 7th International Conference on Learning Innovation and Quality Education (ICLIQE 2023), 446–452. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-301-6_42

Rahmawati, E., & Ervanto, A. D. (2017). Pembelajaran Mata Kuliah Perpajakan Berbasis Kasus : Bukti Empiris dan Survei. Neo-Bis, 11(2).